Aliran – Aliran Pada Ilmu Filsafat
Terdapat banyak faham/aliran dalam filsafat. Dalam setiap cabang filsafat,
bahkan dalam setiap tema perbincangan filsafat, pada akhirnya akan memunculkan pandangan-pandangan yang beragam. Pandangan yang beragam tersebut merupakan representasi dan adanya faham/aliran yang beragam.
Aliran-aliran itu misalnya:
A. Aliran-aliran / faham-faham dalam metafisika
- Monisme: hakikat kenyataan dilihat dari kuantitasnya adalah tunggal.
- Dualisme: hakikat kenyataan dilihat dari kuantitasnya adalah terdiri dua
bagian/unsur (misal hylemorfisme/bentuk dan materi)
- Pluralisme: hakikat kenyataan adalah terdiri dari banyak unjur/jamak
- Idealisme: hakikat kenyataan adalah ide-ide (misal filsafat Plato)
- Realisme : hakikat kenyataan adalah yang nampak.
B. Aliran-aliran / faham-faham dalam epistemologi
- Rasionalisme: pengetahuan diperoleh lewat proses menalar
- Empirisisme; pengetahuan diperoleh melalui persepsi inderawi Aliran-aliran / faham-faham dalam filsafat Barat yang lain
C. Aliran - aliran dalam Filsafat Barat yang lain
- Positivisme
Tokohnya August Comte. Menurutnya pemikiran manusia. pemikiran dalam
ilmu, dan pemikiran suku bangsa manusia itu melewati 3 tahap: teologis, metafisi,
positif-ilmiah.
Positivisme (Iawannya khayaian metafisis) populer di Inggris oleh J. Stuart Mill
dan H. Spencer. Abad 20 faham ini diperbarui oleh ‘lingkaran Wina’ sebagai neo-positivisme.
- Eksitensialisrne
Filsafat harus berpangkal pada eksistensi manusia yang kongkrit (aku, kamu,
dia), tidak pada esensi manusia pada umumnya. Manusia pada umumnya itu tak
ada abstrak. Yang ada itu ya orang ini dan orang itu. Jadi, esensi seseorang
ditentukan oleh selama eksistensinya (keberadaannya) di dunia. Tidak lebih.
Tokoh: F. Nietzsche. S. Kierkegaard, K. Jespers, Heidegger, Sartre.
- Pragmatisme
Lahir dan terutama berkembang di AS’tahun 1900. Sesuatu dianggap benar dan baik itu tergantung manfaatnya. Kalau ada gunanya, benarlah itu, kalau tidak
ada gunanya salah dan buruk. Ide-ide tidak bersifat benar atau salah, melainkan
dibenarkan atau disalahkan oleh tindakan tertentu.
A. Aliran-aliran / faham-faham dalam metafisika
- Monisme: hakikat kenyataan dilihat dari kuantitasnya adalah tunggal.
- Dualisme: hakikat kenyataan dilihat dari kuantitasnya adalah terdiri dua
bagian/unsur (misal hylemorfisme/bentuk dan materi)
- Pluralisme: hakikat kenyataan adalah terdiri dari banyak unjur/jamak
- Idealisme: hakikat kenyataan adalah ide-ide (misal filsafat Plato)
- Realisme : hakikat kenyataan adalah yang nampak.
B. Aliran-aliran / faham-faham dalam epistemologi
- Rasionalisme: pengetahuan diperoleh lewat proses menalar
- Empirisisme; pengetahuan diperoleh melalui persepsi inderawi Aliran-aliran / faham-faham dalam filsafat Barat yang lain
C. Aliran - aliran dalam Filsafat Barat yang lain
- Positivisme
Tokohnya August Comte. Menurutnya pemikiran manusia. pemikiran dalam
ilmu, dan pemikiran suku bangsa manusia itu melewati 3 tahap: teologis, metafisi,
positif-ilmiah.
Positivisme (Iawannya khayaian metafisis) populer di Inggris oleh J. Stuart Mill
dan H. Spencer. Abad 20 faham ini diperbarui oleh ‘lingkaran Wina’ sebagai neo-positivisme.
- Eksitensialisrne
Filsafat harus berpangkal pada eksistensi manusia yang kongkrit (aku, kamu,
dia), tidak pada esensi manusia pada umumnya. Manusia pada umumnya itu tak
ada abstrak. Yang ada itu ya orang ini dan orang itu. Jadi, esensi seseorang
ditentukan oleh selama eksistensinya (keberadaannya) di dunia. Tidak lebih.
Tokoh: F. Nietzsche. S. Kierkegaard, K. Jespers, Heidegger, Sartre.
- Pragmatisme
Lahir dan terutama berkembang di AS’tahun 1900. Sesuatu dianggap benar dan baik itu tergantung manfaatnya. Kalau ada gunanya, benarlah itu, kalau tidak
ada gunanya salah dan buruk. Ide-ide tidak bersifat benar atau salah, melainkan
dibenarkan atau disalahkan oleh tindakan tertentu.
Sepeti kita
mengenal pohon\ dan buah-buahnya, demikian pula
kita mengenal suatu konsep dan konsekuensinya.
Kalau konsekuensi itu baik, maka teori
atau konsep itu baik, karena itu berguna.
Terhadap sesuatu tidak perlu ditanyakan
‘apa itu’, melainkan ‘apa gunanya’ atau ‘untuk apa’.
Tokoh: W. James(1842-1920), J. Dewey (1859-1914).
Tokoh: W. James(1842-1920), J. Dewey (1859-1914).
- Strukturalisme
Setiap hal
tersusun oleh ‘pola-pola dasar yang tetap’
(pattern). Filsafat
menyelidiki ‘patterns’ itu, meliputi filsafat, gejala agama, psikiatri, politikologi.,
budaya, dan seni.
Tokoh: Levi-Strauss, S. Lacan, M. Foucault.
menyelidiki ‘patterns’ itu, meliputi filsafat, gejala agama, psikiatri, politikologi.,
budaya, dan seni.
Tokoh: Levi-Strauss, S. Lacan, M. Foucault.
- Filsafat Analitis
(analitic philosophy, linguage philosophy)
Berkembang di Inggris dan AS. Menurutnya tugas filsafat adalah menyelidiki ‘language game’, rnenunjukkan aturannya, menetapkan logikanya dsb.
Masalah-masalah filsafat, teologi dan sains sering timbul karena penggunaan
bahasa yang tak benar (rumit, bertele-tele dsb). Dengan analisa bahasa dapat
ditunjukkan semua itu karena penggunaan bahasa yang tak sehat.
Tokoh: L. Wittgenstein(1889-1951)..
Berkembang di Inggris dan AS. Menurutnya tugas filsafat adalah menyelidiki ‘language game’, rnenunjukkan aturannya, menetapkan logikanya dsb.
Masalah-masalah filsafat, teologi dan sains sering timbul karena penggunaan
bahasa yang tak benar (rumit, bertele-tele dsb). Dengan analisa bahasa dapat
ditunjukkan semua itu karena penggunaan bahasa yang tak sehat.
Tokoh: L. Wittgenstein(1889-1951)..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar